Saturday, November 19, 2016
Menuju Indonesia Emas 2045? Akankah terwujud?
Jika berbicara tentang Indonesia, mungkin akan terlintas di benak kita tentang berbagai macam hal. Mungkin ada yang berpikiran tentang hal-hal yang positif atau mungkin berpikir sebaliknya, hal - hal yang negative. Jika di bandingkan mungkin Indonesia masih banyak negativenya daripada positifnya. Seperti pendidikan yang bobrok, korupsi merajalea, terorisme, SARA, HAM, sampah dan sebagainya. Kita tahu bahwa bukan Cuma Indonesia saja yang mempunyai masalah seperti ini dan itu memang menjadi dinamika kehidupan suatu bangsa. Tetapi jika kita perhatikan dengan negara - negara eropa seperti Finlandia yang terkenal dengan system pendidikan terbaik di dunia atau Swiss yang terkenal dengan kebersihannya atau mungkin Denmark yang disebut negara paling anti dengan korupsi. Kenapa saya membandingkan Indonesia dengan negara tersebut?. Karena Indonesia mempunyai statement yang bertajuk “Indonesia emas 2045”. Jika kita bandingkan Indonesia dengan negara negara tersebut, pastinya perbedaan yang dialami sangat drastis.
Ya, saat ini Indonesia sedang mengalami keterpurukan dalam pedoman hidup. Bung Karno mengatakan "Suatu bangsa apabila kehilangan jati dirinya, maka bangsa tersebut tidak akan mampu bertahan hidup, bahkan akan punah". Rakyat Indonesia mulai buta akan namanya persatuan Indonesia. Padahal Indonesia mempunyai yang namanya “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda - beda tetapi satu jua. Tapi realita di lapangan berlaku sebaliknya, justru perbedaan yang membuat kita terpecah belah. Apa ini yang disebut Bhinneka Tunggal Ika? Tidak. Jelas saja tidak. Lagipula sulit juga menanam pola pikir persatuan bagi orang yang keras kepala, orang-orang yang tertutup pikirannya. Mereka hanya mementingkan diri mereka tanpa memikirkan orang lain.
Kita akan membahas tentang Indonesia di 30 tahun mendatang, akankah Indonesia Emas akan terwujud? Atau hanya menjadi statement mati yang tidak diperjuangkan?.
30 tahun bukanlah waktu yang lama, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk sebuah negara memakmurkan rakyatnya. Tetapi menjadi maju dalam waktu singkat bukanlah hal yang tidak mungkin. Contohnya adalah Restorasi Meiji dimana kekaisaran Jepang mengakselerasi industrialisasi di Jepang yang dijadikan modal untuk kebangkitan Jepang sebagai kekuatan militer pada tahun 1905 di bawah slogan "Negara Makmur, Militer Kuat" . Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun yang mencakup akhir zaman Edo dan awal zaman Meiji. Restorasi ini diakibatkan oleh Perjanjian Shimoda dan Perjanjian Towsen Harris yang dilakukan oleh Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat. Dan terbukti akhirnya Jepang mampu berperang dengan angkatan perang Rusia pada 10 Februari 1904 – 5 September 1905 yang dimana 40 tahun sbelumnya Jepang hanya sebuah kekaisaran yang bisa dibilang sangat kuno dan minim teknologi.
Bisa dibilang tidak ada yang tidak mungkin, Jepang mampu membuat maju negaranya dalam waktu 40 tahun. Indonesia? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Karena untuk membenahi seluruh system yang ada di negeri kita tercinta ini tidak hanya pemerintah saja yang harus bertindak. Seluruh lapisan masyarakat harus memperjuangkan Indonesia Emas ini. Jika hanya mengandalkan pemerintah saja, ya mau bagaimanapun progress yang berjalan akan sangat lambat atau mungkin tidak ada sama sekali. Padahal kita mempunyai “deadline” yang sangat singkat. Ibaratkan seorang mahasiswa lulusan tingkat akhir yang harus menyelesaikan skripsi dalam rentang waktu 2 bulan. Mungkin? Ya mungkin saja, banyak kok mahasiswa yang menyelesaikan skripsi lebih cepat dari itu. Kuncinya adalah tekad dan konsistensi.
Yang menarik disini Indonesia telah berumur lebih dari 70 tahun. Kenapa Indonesia masih ‘stuck’ statusnya sebagai negara berkembang? Padahal Jepang saja mampu merombak negaranya menjadi baik hanya perlu waktu sekitar 40 tahun. Dimana kesalahan Indonesia? Mengapa waktu yang diperlukan sangat lama? Belum lagi jika di tambah 30 tahun kedepan yang dimana target Indonesia Emas pada tahun 2045, jadi total waktu yang akan dijalankan Indonesia menjadi negara maju adalah 100 tahun. Sekali lagi, mengapa sangat lama? Jujur saya pun tidak tahu mengapa. Mungkin banyak faktor yang menghambat proses ini. Tetapi menurut saya faktor kuncinya adalah perpecahan bangsa. Saling tidak percaya satu sama lain, ada juga yang telah dipercaya tetapi mengkhianati apa yang telah diamanahkan. Semua menjadi serba salah.
Pendidikan juga menjadi kunci untuk memajukan suatu bangsa. Kita semua menyadari, bahwa hanya melalui pendidikan bangsa kita menjadi maju dan dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, baik dalam bidang sains dan teknologi maupun ekonomi. Peran pendidikan penting juga dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Apapun persoalan bangsa yang dihadapi, komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan berbagai peraturan perundangan-undangan yang berlaku tetap dipegang. Komitmen ini direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas sumber daya manusia demi tercapainya kemajuan bangsa dan negara di masa depan, sebagaimana yang kita cita-citakan bersama.
Sekali lagi, pendidikan berkualitaslah yang dapat menyiapkan generasi emas 2045. Membahas pendidikan berkualitas berarti tidak hanya membicarakan pendidikan saja, namun terkait dengan kurikulum, guru atau pendidik, pembelajaran, beaya, sarana dan prasarana, dan dukungan pihak-pihak yang terkait. Pendidikan berkualitas tidak lahir dengan sendirinya namun dipersiapkan dengan baik.
Pemerintah menyiapkan Grand Design untuk mewujudkan cita-cita Bangkitnya Generasi Emas 2045. Beberapa program yang diluncurkan antara lain:
1. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan PAUD, peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas dan merata.
2. Rehabilitasi gedung - gedung sekolah yang sudah tidak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran.
3. Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau sederajat dengan tarjet sebesaar 97% tahun 2020. Diperkirakan jika tidak diintervensi, maka baru akan mencapai 97% pada tahun 2040.
4. Peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketesediaan.
Dibidang pendidikan tinggi, pemerintah telah mengeluarkan beasiswa unggulan. Beasiswa unggulan merupakan program DIKTI bagi warga negara Indonesia yang telah lulus sarjana atau magister untuk melanjutkan studinya karena memiliki keunggulan. Pemerintah juga membuat program beasiswa presiden atau ‘Indonesia Presidential Scholarship’ yang di launching oleh Presiden SBY di Istana Negara pada tanggal 2 April 2014.
Kebangkitan nasional akan terasa hambar apabila tidak didukung oleh pendidikan yang berkualitas. Dan pendidikan yang berkualitas juga akan kehilangan makna apabila tidak didukung oleh guru-guru yang profesional dan kompeten. Karena guru yang baik akan menghasilkan murid yang baik pula nanti kedepannya. Guru yang profesional dan kompeten akan dapat berkurang semangatnya apabila pemerintah mengabaikan kesejahteraan guru.
Jadi, perjalanan Indonesia masih panjang. Tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menjadikan bangsa ini untuk maju. Yang penting adalah konsistensi dan tekad untuk segera memperbaiki bangsa ini kea rah yang lebih baik.
Ya, saat ini Indonesia sedang mengalami keterpurukan dalam pedoman hidup. Bung Karno mengatakan "Suatu bangsa apabila kehilangan jati dirinya, maka bangsa tersebut tidak akan mampu bertahan hidup, bahkan akan punah". Rakyat Indonesia mulai buta akan namanya persatuan Indonesia. Padahal Indonesia mempunyai yang namanya “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbeda - beda tetapi satu jua. Tapi realita di lapangan berlaku sebaliknya, justru perbedaan yang membuat kita terpecah belah. Apa ini yang disebut Bhinneka Tunggal Ika? Tidak. Jelas saja tidak. Lagipula sulit juga menanam pola pikir persatuan bagi orang yang keras kepala, orang-orang yang tertutup pikirannya. Mereka hanya mementingkan diri mereka tanpa memikirkan orang lain.
Kita akan membahas tentang Indonesia di 30 tahun mendatang, akankah Indonesia Emas akan terwujud? Atau hanya menjadi statement mati yang tidak diperjuangkan?.
30 tahun bukanlah waktu yang lama, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk sebuah negara memakmurkan rakyatnya. Tetapi menjadi maju dalam waktu singkat bukanlah hal yang tidak mungkin. Contohnya adalah Restorasi Meiji dimana kekaisaran Jepang mengakselerasi industrialisasi di Jepang yang dijadikan modal untuk kebangkitan Jepang sebagai kekuatan militer pada tahun 1905 di bawah slogan "Negara Makmur, Militer Kuat" . Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga tahun yang mencakup akhir zaman Edo dan awal zaman Meiji. Restorasi ini diakibatkan oleh Perjanjian Shimoda dan Perjanjian Towsen Harris yang dilakukan oleh Komodor Matthew Perry dari Amerika Serikat. Dan terbukti akhirnya Jepang mampu berperang dengan angkatan perang Rusia pada 10 Februari 1904 – 5 September 1905 yang dimana 40 tahun sbelumnya Jepang hanya sebuah kekaisaran yang bisa dibilang sangat kuno dan minim teknologi.
Bisa dibilang tidak ada yang tidak mungkin, Jepang mampu membuat maju negaranya dalam waktu 40 tahun. Indonesia? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Karena untuk membenahi seluruh system yang ada di negeri kita tercinta ini tidak hanya pemerintah saja yang harus bertindak. Seluruh lapisan masyarakat harus memperjuangkan Indonesia Emas ini. Jika hanya mengandalkan pemerintah saja, ya mau bagaimanapun progress yang berjalan akan sangat lambat atau mungkin tidak ada sama sekali. Padahal kita mempunyai “deadline” yang sangat singkat. Ibaratkan seorang mahasiswa lulusan tingkat akhir yang harus menyelesaikan skripsi dalam rentang waktu 2 bulan. Mungkin? Ya mungkin saja, banyak kok mahasiswa yang menyelesaikan skripsi lebih cepat dari itu. Kuncinya adalah tekad dan konsistensi.
Yang menarik disini Indonesia telah berumur lebih dari 70 tahun. Kenapa Indonesia masih ‘stuck’ statusnya sebagai negara berkembang? Padahal Jepang saja mampu merombak negaranya menjadi baik hanya perlu waktu sekitar 40 tahun. Dimana kesalahan Indonesia? Mengapa waktu yang diperlukan sangat lama? Belum lagi jika di tambah 30 tahun kedepan yang dimana target Indonesia Emas pada tahun 2045, jadi total waktu yang akan dijalankan Indonesia menjadi negara maju adalah 100 tahun. Sekali lagi, mengapa sangat lama? Jujur saya pun tidak tahu mengapa. Mungkin banyak faktor yang menghambat proses ini. Tetapi menurut saya faktor kuncinya adalah perpecahan bangsa. Saling tidak percaya satu sama lain, ada juga yang telah dipercaya tetapi mengkhianati apa yang telah diamanahkan. Semua menjadi serba salah.
Pendidikan juga menjadi kunci untuk memajukan suatu bangsa. Kita semua menyadari, bahwa hanya melalui pendidikan bangsa kita menjadi maju dan dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, baik dalam bidang sains dan teknologi maupun ekonomi. Peran pendidikan penting juga dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Apapun persoalan bangsa yang dihadapi, komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan berbagai peraturan perundangan-undangan yang berlaku tetap dipegang. Komitmen ini direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas sumber daya manusia demi tercapainya kemajuan bangsa dan negara di masa depan, sebagaimana yang kita cita-citakan bersama.
Sekali lagi, pendidikan berkualitaslah yang dapat menyiapkan generasi emas 2045. Membahas pendidikan berkualitas berarti tidak hanya membicarakan pendidikan saja, namun terkait dengan kurikulum, guru atau pendidik, pembelajaran, beaya, sarana dan prasarana, dan dukungan pihak-pihak yang terkait. Pendidikan berkualitas tidak lahir dengan sendirinya namun dipersiapkan dengan baik.
Pemerintah menyiapkan Grand Design untuk mewujudkan cita-cita Bangkitnya Generasi Emas 2045. Beberapa program yang diluncurkan antara lain:
1. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan PAUD, peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas dan merata.
2. Rehabilitasi gedung - gedung sekolah yang sudah tidak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran.
3. Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau sederajat dengan tarjet sebesaar 97% tahun 2020. Diperkirakan jika tidak diintervensi, maka baru akan mencapai 97% pada tahun 2040.
4. Peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketesediaan.
Dibidang pendidikan tinggi, pemerintah telah mengeluarkan beasiswa unggulan. Beasiswa unggulan merupakan program DIKTI bagi warga negara Indonesia yang telah lulus sarjana atau magister untuk melanjutkan studinya karena memiliki keunggulan. Pemerintah juga membuat program beasiswa presiden atau ‘Indonesia Presidential Scholarship’ yang di launching oleh Presiden SBY di Istana Negara pada tanggal 2 April 2014.
Kebangkitan nasional akan terasa hambar apabila tidak didukung oleh pendidikan yang berkualitas. Dan pendidikan yang berkualitas juga akan kehilangan makna apabila tidak didukung oleh guru-guru yang profesional dan kompeten. Karena guru yang baik akan menghasilkan murid yang baik pula nanti kedepannya. Guru yang profesional dan kompeten akan dapat berkurang semangatnya apabila pemerintah mengabaikan kesejahteraan guru.
Jadi, perjalanan Indonesia masih panjang. Tidak perlu terlalu terburu-buru untuk menjadikan bangsa ini untuk maju. Yang penting adalah konsistensi dan tekad untuk segera memperbaiki bangsa ini kea rah yang lebih baik.
Subscribe to:
Posts (Atom)
